•  
  • WEBSITE RESMI KPU KOTA PEKALONGAN
Jumat, 18 Agustus 2017 - 14:09:39 WIB
Relaksasi Otak Selepas Upacara Bendera Merah Putih HUT ke-72 Republik Indonesia
Diposting oleh : Sugeng Haryadi, S. STP
Kategori: Lain-lain - Dibaca: 787 kali

Memanfaatkan Momen Libur, Relaksasi Otak Selepas Upacara Bendera Merah Putih

HUT ke-72 Republik Indonesia

 

Keluarga besar Komisi Pemilihan Umum Kota Pekalongan, selepas melaksanakan tugas negara di kantor tepatnya Upacara Bendera Merah Putih Memperingati Hari Ulang Tahun Ke- 72 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kamis, 17 Agustus 2017 atas inisiatif dan grumungan gayeng akhirnya disepakati melaksanakan relaksasi otak menuju kawasan Petung Kriyono Kabupaten Pekalongan, rombongan berangkat sekitar jam 09.45 WIB dengan penuh semangat dan rasa kebersamaan setelah melaksanakan Tugas Negara, baik sebagai petugas Upacara maupun peserta upacara dengan kendaraan bermotor roda 2 (dua) secara beriringan mulai mengarah ke Selatan Pekalongan.

Pertama kali mengunjungi kawasan  Petungkriyono sempat membuatku tak percaya ada tempat indah dan segar di Pekalongan, karena wisata yang alam Petungkriyono begitu alami, hijau dan memanjakan mata. Siapa sangka kalau Pekalongan yang identik dengan Batik memiliki keindahan alam yang ciamik. Beruntungnya aku bisa menjelajah dan mengunjungi wisata alami Pekalongan bersama teman-teman Keluarga Besar KPU Kota Pekalongan yang senantiasa menjaga rasa persaudaraan dan penuh keakraban.

Kawasan Petungkriyono di Kabupaten Pekalongan merupakan kawasan hutan tempat Oa Jawa berada salah satu hewan langka sekaligus dilindungi. Tidak hanya itu kawasan Petungkriyono memiliki banyak sekali air terjun/Curug yang bisa di kunjungi sehingga sangat cocok bagi pecinta Curug atau sekedar bersantai baik sendiri maupun dengan keluarga. Tempatnya juga bersih serta Curugnya masih alami.

Dalam satu kawasan Petungkriyono memiliki beberapa pilihan wisata terdiri dari Curug Bajing, Curug Muncar, Curug Lawe, Curug Sibedug, Curug Telu dan Kedung Pitu, Curug Jepang, kebun strawberry sampai river tubing di Sungai Welo dan masih banyak lagi pilihan wisata menarik di Petung Kriyono.

Sayangnya karena keterbatasan waktu kami hanya bisa mengunjungi Sibedug dan Curug Bajing. Padahal kami ingin juga ke Curug yang lainnya, namun memang harus diagendakan untuk kembali lagi ke Petung Kriyono.

Perjalanan kami menuju ke Petungkriyono merupakan perjalaan yang cukup memakan waktu karena medan yang begitu mengasyikkan yang sayang kalau tidak dinikmati keindahannya, yang sesekali kami melihat sekumpulan orang hutan yang melompat-lompat diantara pepohonan hutan yang rindang. Kurang lebih 2 jam perjalanan kami sampai di Kota Petung Kriyono yang pada kesempatan 5tersebut seedang ada perayaan peringatan HUT Kemerdekaan RI sehingga masyarakat banyak tumpah ruah memenuhi sepanjang jalan dan warung-warung di sekitar Kantor Kecamatan Petung Kriyono, kamipun istirahat sejenak untuk menikmati hidangan makan siang yang disiapkan oleh Bu Siti. Petungkriyono ini merupakan daerah Pegunungan dengan ketinggian antara 600-2100 meter dari atas permukaan laut sehingga tidak heran disebut sebagai Negeri diatas Awan.

Negeri diatas awan karena berada di ketinggian, bahkan kawasan Petungkriyono sebagian wilayahnya merupakan dataran tinggi Pegunungan Serayu Selatan dan disebelah Selatannya merupakan Kawasan Dataran Tinggi Dieng. Tak heran jika dalam perjalanan kami melewati pemandangan hutan yang rupawan.

Sudah lama aku tidak bermain dengan alam, karena melihat keindahan alam sungguh membuat hati tentram. Aku menyadari memang bermain ke alam dapat mengobati rasa galau dan gundah gelana sehingga bagi orang-orang  khususnya yang mudah stress, lelah di kantor, jemu dengan rutinitas serta bosan akan sesuatu maka dianjurkan untuk sering-sering ke alam. Karena selain obatnya murah juga dapat menambah kecintaan terhadap Indonesia. Belum lagi biayanya cukup murah.

Bagi yang ke Jakarta yang ingin liburan pas Sabtu-minggu bisa tuh ke Pekalongan karena mudah diakses dari Jakarta dijamin pikiran akan fresh karena memang masih banyak potensi wisata Pekalongan yang dapat dijelajah serta tempat kece bagi pecinta foto.

Kenapa aku begitu suka Curug Bajing karena perjalanannya itu menarik. Untuk menuju ke Curug Bajing akses jalan cukup memadai baik untuk yang membawa mobil ymaupun sepeda motor, kebetulan rombongan kami ada 1 (satu) mobil dan 12 (dua belas) motor yang dalam perjalanan dimaksud harus melewati jalanan kecil dan menanjak yang sisi kanan-kirinya jurang dan jika berpapasan dengan mobil lain maka harus berhenti sebentar sehingga mesti hati-hati dalam berkendara.

Bahkan berkat pemandangan apik hutan membuat kami agak lupa rasanya kalau jalan yang kami lewati merupakan jalanan agak rusak ke Petungkriyono. Sepanjang jalan semuanya begitu menikmati pemandangan sekitar kami mulai dari persawahan, hutan pinus sampai Sungai bersih.

Sebelum sampai ke tujuan wisata Curug Bajing, kami berhenti sejenak di Curug Sibedug, di Kayu Puring. Keunikan dari Curug Sibedug ini pada lokasinya yang terletak di pinggir jalan sehingga begitu jelas terlihat sehingga kamipun mampir dan sekedar menikmati kopi yang ada di warung sekitar Curug Sibedug.

Sesampai di Curug Bajing, kendaraan kami pun parkir. Lama perjalanan kami hampir sejam dari curug sibedug karena memang agak sedikit terhambat di sekitar kantor Kecamatan Petung Kriyono karena adanya kegiatan di Kantor Kecamatan Petung Kriyono yang membuat kendaraan kami perlu waktu dan bersusah payah melewati kerumunan masyarakat yang sedang merayakan dan menikmati Kemerdekaan RI.

Sampai di lokasi Curug Bajing, Wuiiihh Apik enan Om . . . Ciussss, hilang lelah, badan terasa rilex, plong, Photo-photo . . . . Wha ha ha ha, itulah banyak cerita kebersamaan Keluarga Besar Komisi Pemilihan Umum Kota Pekalongan pada 17 Agustus 2017.

 

Dokumentasi   : R.Khaerul Huda

 

Reportase        : Sugeng Haryadi, S.STP